Gagal Tangani Covid-19, Mereka Malu, Mereka Mundur

oleh -
Gagal Tangani Covid-19, Mereka Malu, Mereka Mundur
CATALINA ANDRAMUNO ZEBALLOS, Ekuador; ADAM VOJTECH, Ceko; dan DAVID CLARK, Selandia Baru

TERJANGAN pandemi global Covid-19 mendorong keras kursi para menteri kesehatan (Menkes) di berbagai negara.

Sebagai pemimpin di kementerian yang paling bertanggung jawab dalam penanganan wabah ini, sebagian di antara mereka memilih mundur.

Alasannya? menerima terlalu banyak kritikan publik hingga tidak sejalan dengan pemimpin negaranya. Sebut saja mantan Menteri Kesehatan Brasil Nelson Teich.

Dia melepaskan jabatannya hanya berselang empat pekan setelah menjabat.

Pendahulunya, Luiz Henrique Mandetta, dipecat Presiden Brasil Jair Bolsonaro karena terus-menerus berselisih pendapat.

Meski tidak mengungkap alasannya mundur secara gamblang, tampaknya Teich juga tidak satu suara dengan Bolsonaro.

Presiden Brasil itu mengentengkan persebaran Covid-19 di negaranya.

Mandetta menerapkan kebijakan jaga jarak, pemakaian masker, dan berbagai hal lainnya untuk menekan angka penularan.

Sayangnya, Bolsonaro justru menentang kebijakan tersebut. Dia bahkan mengkritik para gubernur yang menerapkan kebijakan kuntara (lockdown).

Gagal Tangani Covid-19 Mereka Malu, Mereka Mundur
NESLON TEICH, Brasil dan JAIME MANALICH, Cile

Baca Juga: Rekor Tertinggi, Kasus Covid-19 di Indonesia Tambah 1.863 dalam Sehari

Bagi Bolsonaro, ekonomi lebih penting daripada Covid-19. Bolsonaro sempat positif Covid-19 sebelum sembuh dan kembali menemui pendukungnya tanpa masker.

Brasil saat ini berada di posisi ketiga global sebagai negara dengan angka penularan tertinggi dan posisi kedua sebagai negara dengan angka kematian tertinggi.