The Hallway Space, Ruang Kreatif Tersembunyi di Pasar Kosambi

oleh -
The Hallway Space, Ruang Kreatif Tersembunyi di Pasar Kosambi

“The Hallway Space. Lokasi ini sekarang jadi tempat nongkrong anti mainstream yang tengah digandrungi anak muda”

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Memanfaatkan lahan kosong Pasar Kosambi, anak muda Bandung mengubahnya menjadi ruang kreatif.

Namanya The Hallway Space. Lokasi ini sekarang jadi tempat nongkrong anti mainstream yang sedang digandrungi anak muda.

Berada satu kawasan dengan pasar tradisional, The Hallway Space berupaya menjadikan pasar tidak cuma tempat belanja tapi juga tempat nongkrong.

  • Lokasi tersembunyi The Hallway Space¬†

The Hallway Space, Ruang Kreatif Tersembunyi di Pasar Kosambi

Pengunjung masih perlu bertanya ke warga setempat karena pihak pengelola tidak memberikan papan petunjuk menuju lokasi.

Berada pada lantai dua pasar, pintu masuk ruang kreatif ini dibuat berundak.

Pada tembok gerbang masuk, graffiti bertuliskan ‘The Hallway Space’ menjadi penanda ‘kehidupan’ pada area itu.

Jejeran toko memenuhi ruang kreatif Hallway yang masing-masing hadir dengan produk berbeda. Mulai dari toko makanan, dekorasi rumah, distro pakaian, barber shop, dan hobi semuanya ngumpul.

Pengelola juga menempatkan bangku dan meja panjang pada koridor Hallway untuk ngobrol atau menikmati sajian makan dan minum.

  • Cerita project Hallway ¬†

The Hallway Space, Ruang Kreatif Tersembunyi di Pasar Kosambi

Ruang kreatif Hallway berawal dari keresahan Rilly Robby Gasadi yang melihat lahan terbengkalai pada salah satu area pasar.

Tahun 2018, Rilly memulai project Hallway yang mana rencananya lahan ini siap untuk area kreatif dan berbagai kegiatan Bandung.

Setahun kemudian mulai pembuatan desain ruang kreatif, sampai akhirnya pertengahan tahun 2019 Pasar Kosambi mengalami kebakaran besar.

“Orang tahunya Hallway ada karena reaktivasi bangunan pasar yang terbakar. Tapi sebenarnya kita sudah rencanakan dari 2018. Baru Desember 2019 mulai lagi project ini dan tawar-tawarin ke teman-teman dekat yang punya usaha dulu,” kata Rilly.

Rilly mengungkapkan, cukup sulit mengajak pengisi tenant untuk bergabung dalam project.

Pasalnya, lokasi yang berada pada tempat bekas kebakaran membuat ragu pengunjung. Tapi Rilly berhasil meyakinkan kalau ruang kreatif ini akan jadi sebuah komuniti besar Bandung.