Jumlah Pasien Gangguan Cemas di RSJ Jabar Meningkat selama Pandemi Covid-19

oleh -
Jumlah Pasien Gangguan Cemas di RSJ Jabar Meningkat selama Pandemi Covid-19
Ilustrasi
  • Pemprov Jabar siapkan krisis center

Pemprov Jabar sudah menyiapkan krisis center pada RSJ Provinsi Jabar, Cisarua KBB dan Grha Atma Bandung sebagai respons cepat kegawatdaruratan jiwa seperti potensi bunuh diri.

Selain itu, RSJ Jabar juga meluncurkan program Konsultasi Jiwa Online (KJOL), sebagai jawaban atas meningkatnya permasalahan kejiwaan saat pandemi.

“Yang terbaru, lahirnya layanan konsultasi jiwa online atau KJOL RSJ Jabar yang sekarang lagi meningkat. Keberadaannya ini adalah respons terhadap meningkatnya permasalahan kejiwaan saat masa pandemi. KJOL ini jadi solusi memudahkan petugas untuk screening mana yang cukup via telepon atau datang secara fisik. Keren sekali saya apresiasi,” jelasnya.

Sekretaris Dinkes Jabar Siska Gerfiandi menuturkan, selama pandemi ada peningkatan jumlah pasien gangguan cemas pada RSJ Jabar.

Sementara itu Direktur Utama RSJ Jabar Elly Marliyani mengatakan, ada peningkatan durasi penggunaan gawai selama pandemi.

Ia menjelaskan, dari penelitian RSCM FK UI bulan April-Juni 2020, terjadi peningkatan waktu rata-rata penggunaan gawai hingga 11,6 jam perhari dan peningkatan kecanduan internet pada remaja 19,3 persen.

Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan stress bagi orangtua maupun anak.

“Terbukti sejak pandemi, terjadi peningkatan kunjungan pasien Gangguan cemas di RSJ sampai dengan September 2020 sebanyak 14 persen dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2019,” ujar Elly.

Karena melalui program KJOL, masyarakat bisa konsultasi langsung tatap muka secara virtual dengan psikiater atau psikolog.

Atau bisa screening terlebih dahulu melalui website seperti Tes Kuisioner SDS, Kuisioner SCL, Kesehatan Jiwa, Kecanduan gadget, Deteksi dini bunuh diri dan tes lainnya.

“Sehingga harapannya masyarakat paham pentingnya Kesehatan Jiwa, sadar sejak dini kesehatan jiwa adalah investasi,” tutup Elly.

(rls)