Kuliner Bandung | Racikan Ramen Otentik di Kedai Rameninpo

oleh -
Kuliner Bandung | Racikan Ramen Otentik di Kedai Rameninpo

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Begitu nikmat, semangkuk ramen dengan isian beragam, mengepul saat penyajiannya ke konsumen.

Ramen bukanlah kudapan baru. Makanan khas Jepang ini menjalar ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Selain rasanya yang enak, ramen juga bisa jadi santapan siang ketika perut keroncongan.

Di Bandung ada kedai ramen yang menjual kuah otentik yang beragam. Kuah-kuah ini menjadi ciri khas dari kedai ‘Rameninpo’, yakni kuah niku, tomyum, dan paitan.

Kedai Rameninpo menyajikan konsep ramen bercita rasa otentik. Gak melulu kuah signature seperti tomyum dan chicken, Rameninpo memiliki dua kuah asli yang mereka olah kembali.

“Kami pengen kenalin kuah otentik dari sananya tapi dengan harga yang terjangkau,” kata Co Founder kedai Rameninpo Fajar Mochamad Iqbal. (Baca: The Hallway Space, Ruang Kreatif Tersembunyi di Pasar Kosambi).

Kuah otentik itu adalah Paitan dan Niku, dua jenis kuah yang jarang pada kedai-kedai ramen Indonesia, khususnya Kota Bandung.

Fajar menerangkan, keinginannya memperkenalkan kuah otentik ramen jadi visinya ketika membangun Rameninpo bersama partner bisnisnya, Galih Rahmadikha.

Sejak pertengahan Juli, Rameninpo membuka kedai pertamanya pada ruang kreatif The Hallway Space, Kosambi. Menempati salah satu bagian tenant kuliner, Rameninpo selalu penuh oleh pembeli yang penasaran.

Kuah pertama yang ia perkenalkan, Paitan yang sudah jadi Hakata Style Ramen Japan dengan kuahnya yang kental. Kuah paitan bercita rasa gurih yang ia buat dari kolagen ayam.

Komponen kolagen yang terdiri atas ceker dan tulang ayam, menghasilkan kuah putih kental yang gurih dan melezatkan.

“Butuh waktu 8 jam untuk membuat kuah paitan. Ceker dan tulang ayam direbus lama sampai menghasilkan kuah putih yang kental,” terangnya.

Pada negara asalnya, kuah ramen ini dikenal dengan Toripaitan. Itu adalah signature kuah yang paling terkenal.

Rameninpo mengolah ulang kuah paitan yang terbagi menjadi dua jenis, tori (ayam) dan gyu (sapi). Pilihan ini menghadirkan cita rasa berbeda.

Bukan cuma paitan, niku juga jadi otentik ramen yang coba Fajar bawa ke konsumen Rameninpo.

Ia menjelaskan, racikan kuah niku buatannya menggunakan katsuoboshi. Racikan terbuat dari ikan Cakalang yang diasapi hingga kering.

Rasa asli kuah niku agak amis sehingga perlu mencampurnya dengan kuah soyu untuk menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia yang cenderung suka asin.

Baca Juga: Kuliner Bandung | Hidangan Steak Lezat di Street Grill & Friends

“Aslinya itu agak anyir karena kuahnya dari kaldu ikan makarel. Kalau aku bikin kuah ini hasil pencampuran dari kuah niku dan dasi (katsuoboshi dan soyu), sehingga rasanya menyesuaikan dengan lidah Indonesia yang dibuat manis dan gurih,” ungkapnya.