Harga Pertalite Rp6.450 per Liter Bakal Berlaku di Kota Cimahi

oleh -
Harga Pertalite Rp6.450 per Liter Bakal Berlaku di Kota Cimahi
Ilustrasi

RADARBANDUNG.idHARGA BBM jenis Pertalite akan kembali turun pada 8 kab/kota, dalam program langit biru besutan PT Pertamina (Persero).

Harga BBM jenis Pertalite akan turun menjadi Rp6.450 per liter, sama dengan harga BBM jenis Premium. Sebelumnya harga Pertalite Rp7.650 per liter.

Setelah Denpasar dan Jakarta, kini bersiap Kota Cimahi, Kota Sukabumi, Kab. Purwakarta, Kota Tasikmalaya, Kab. Buleleng, Kota Malang, Kota Kediri, Kab. Kuningan bakal menikmati harga Pertalite seharga Premium.

Setelah sukses, Pertamina rencananya akan memperluas program ini hingga luar Pulau Jawa, yang tak lain untuk mengedukasi pentingnya pemakaian bahan bakar ron tinggi dan ramah lingkungan seperti Pertamax Cs.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menganggap program langit biru langkah tepat perseroan.

Pihaknya menyarankan perlunya pemetaan kembali wilayah-wilayah yang dari sisi polusi masih cukup tinggi.

“Proses edukasi melalui program Langit Biru ini sangat baik saya kira, apa yang oleh Pertamina dan pemerintah lakukan untuk mengajak masyarakat beralih ke BBM ron tinggi, sangat tepat,” ujar Mamit, di Jakarta, Kamis (29/10/2020) seperti dilansir dari Okezone.

Menurutnya, supaya program berjalan secara optimal, pembatasan Premium juga diperlukan. Selain sudah tidak sesuai dengan perkembangan kendaraan motor.

Tidak hanya Pertalite, program langit biru juga perlu dibarengi obral diskon Pertamax.

Selain itu, pemerintah daerah bisa meminta kepada Pertamina untuk tidak menyalurkan Premium ke wilayah mereka jika memang masyarakatnya siap untuk tidak menggunakan Premium.

Sebab itu, perlu terus sosialisasi dan edukasi juga skema terbaik agar masyarakat mau menggunakan BBM non subsidi.

Mamit menilai saat ini memang sudah seharusnya pemerintah meniadakan penjualan jenis BBM oktan rendah di Kota Jakarta dan Bodetabek, juga kota besar lain, agar udara lebih sehat. Juga daerah yang polusinya tinggi.

“Penghapusan BBM Premium atau jenis BBM lain yang tidak ramah lingkungan, bukan saja mendesak mengurangi tingginya polusi, juga menjaga kesehatan masyarakat,” katanya.

(ysf)