RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengajak masyarakat menjadikan momentum Hari Lahir Pancasila 2026 sebagai penguat persatuan, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan di tengah tingginya aktivitas masyarakat selama musim libur panjang di Kota Bandung.
Farhan mengatakan tema Hari Lahir Pancasila menegaskan peran Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia. Nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi dasar kehidupan berbangsa, tetapi juga menjadi pijakan diplomasi internasional Indonesia di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global.
“Di hari lahir Pancasila ini, kita mengusung Pancasila sebagai dasar untuk menciptakan perdamaian dunia. Ini mengukuhkan peran Indonesia dalam percaturan politik dunia,” ujar Farhan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (1/6/2026).
Baca juga: Erwin Bersyukur Usai SP3, Siap Bahas Tugas dengan Wali Kota Bandung
Ia menilai Kota Bandung harus mampu menjadi contoh penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menjaga toleransi antarwarga, memperkuat gotong royong, hingga memastikan pembangunan berjalan dengan rasa keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.
Menurut Farhan, tantangan kota saat ini semakin kompleks seiring tingginya mobilitas masyarakat dan wisatawan selama musim liburan. Kondisi yang berdampak langsung terhadap meningkatnya tekanan pada daya dukung lingkungan di Kota Bandung.
“Selama musim liburan ini, dari libur Lebaran sampai long weekend berturut-turut, beban terhadap daya dukung lingkungan luar biasa beratnya,” katanya.
Baca juga: Hindari Blackout Internet, Penataan Kabel Udara Bandung Fokus Jaga Layanan Publik Tetap Stabil
Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memastikan terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, sektor wisata, dan kelestarian lingkungan.
Farhan juga meminta masyarakat ikut menjaga kebersihan serta kenyamanan ruang publik agar kondisi kota tetap kondusif.
Ia optimistis semangat kebersamaan dan nilai-nilai Pancasila mampu menjadi kekuatan utama masyarakat Bandung dalam menghadapi berbagai tantangan perkotaan, mulai dari persoalan lingkungan hingga dinamika sosial akibat tingginya aktivitas wisata dan ekonomi.(dsn)