RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Aktivitas bus antarkota di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, mulai mengalami perubahan seiring percepatan pemindahan operasional menuju Terminal Leuwipanjang. Langkah yang dilakukan setelah pembangunan Depo Bus Rapid Transit (BRT) resmi dimulai di kawasan Cicaheum.
Dinas Perhubungan Kota Bandung memastikan proses relokasi layanan transportasi terus berjalan melalui koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Perhubungan. Pemerintah menargetkan seluruh tahapan perpindahan dapat selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi mengatakan seluruh operator bus kembali diingatkan untuk segera memindahkan operasional dari Terminal Cicaheum. Pemerintah juga telah menyampaikan surat resmi dari Kementerian Perhubungan terkait batas akhir perpindahan layanan.
Baca juga: Bandung Bidik Peredaran Miras dan Obat Keras Ilegal, Dinilai Jadi Pemicu Begal dan Kekerasan Jalanan
Rasdian mengungkapkan seluruh bus yang masih beroperasi di kawasan Cicaheum diwajibkan sudah bergeser paling lambat 25 Juni 2026. Kebijakan berlaku untuk layanan angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun antarkota dalam provinsi (AKDP).
“Selain bus besar, angkutan lintas provinsi jenis Elf juga akan dipindahkan menuju Terminal Leuwipanjang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melakukan sosialisasi kepada operator angkutan terkait perubahan lokasi terminal,” ujar Rasdian, Rabu (3/6/2026).
Rasdian memastikan perubahan hanya terjadi pada titik keberangkatan dan kedatangan penumpang. Sementara trayek perjalanan bus secara umum tetap dipertahankan agar masyarakat tidak mengalami kebingungan selama masa transisi berlangsung.
Baca juga: Proyek BRT Bandung Disorot, Pedagang Terminal Cicaheum Minta Kepastian Kompensasi
Untuk menjaga ketertiban lalu lintas di kawasan timur Bandung, pemerintah juga menerapkan aturan baru bagi kendaraan yang masih melintas di Cicaheum.
“Bus hanya diperbolehkan menurunkan penumpang dan dilarang menaikkan penumpang di sepanjang jalur Cicaheum,” katanya.
Rasdian menilai kebijakan itu penting untuk mencegah penumpukan kendaraan sekaligus menghindari konflik dengan angkutan kota yang masih beroperasi di kawasan Cicaheum.
Baca juga: Viral Video Lurah Margasuka di Puskesmas, Sebut Hendak Lerai Perdebatan
“Area tunggu penumpang di Terminal Leuwipanjang pun mulai dipersiapkan guna mendukung perpindahan layanan transportasi antarkota,” ucapnya.
Rasdian menambahkan pembangunan Depo BRT di kawasan Cicaheum menjadi bagian penting dalam pengembangan sistem transportasi massal modern di Kota Bandung.
“Proyek diproyeksikan mampu meningkatkan konektivitas transportasi publik sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan perkotaan,” ujar Rasdian.(dsn)