Ratusan Pesilat Berebut Piala Walikota Bandung

oleh -
pencak silat
PENCAK SILAT: Sejumlah pesilat berlaga dalam Kejuaraan, Pencak Silat Tingkat Pelajar se-Kota Bandung di Universitas Sangga Buana YPKY, Kota Bandung, Kamis (13/2). TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Kejuaran pencak silat tingkat pelajar Fourteenagers Open Championship 2020 digelar di Gedung Serba Guna Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung, Kamis (13/2). Sebanyak 216 pesilat putra dan 123 pesilat putri akan memperebutkan piala bergilir Walikota Bandung.

Pesilat berasal dari 43 kontingen tingkat pemula pelajar dari berbagai paguron dan sekolah setingkat SD, SMP dan SMA di Kota Bandung dan sekitarnya. Kejuaran terbagi dalam tiga kelompok, yakni 15 kelas kelompok usia dini kelas 3-4 SD.

Kemudian 11 kelas untuk pra-remaja SMP/Sederajat, dan 9 kelas remaja setingkat SMA/SMK/Sederajat. Sementara hanya ada satu kategori yang dipertandingkan, yakni kategori tanding.

Pembukaan kejuaran pencak silat dihadiri Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana. Kata dia, selain untuk menyaring atlet-atlet terbaik, kejuaran pencak silat harus lebih dipahami sebagai arena pembinaan fisik dan mental, serta sarana pelestarian budaya daerah.

“Pencak silat menjunjung nilai-nilai tinggi. Nilai estetika, kebajikan, kreatif dan semangat rela berkorban,” ujar Yana.

Yana pun merasa bangga, bahwa pencak silat hingga kini masih terus lestari di Kota Bandung. Para generasi muda, imbuh Yana, masih menunjukan antusias yang tinggi terhadap beladiri tersebut.

“Kondisi ini patut dipertahankan agar pencak silat terus eksis di tengah-tengah pesaingan dengan jenis beladiri yang berasal dari negara lain,” jelasnya

Yana mendorong agar perkembangan pencak silat terus ditingkatkan, sehingga bisa bersaing dalam kejuaraan-kejuaraan dunia. Yana berharap, kejuaraan pencak silat tersebut akan turut melahirkan atlet-atlet yang potensial.

“Pencak silat kita harus bisa bersaing dengan negara lain,” tutur Yana.

Sementara itu, Rektor Universitas Sangga Buana (USB) YPKP, Asep Effendi menambahkan, para pesilat diharapkan memiliki dua prestasi. Selain prestasi olahraga, khususnya pada bidang pencak silat, mereka pun tetap harus memiliki prestasi akademik.

“Sebagai bentuk apresiasi, saya akan berikan beasiswa kepada beberapa pesilat yang menjadi juara. Mereka akan kuliah secara gratis di USB YPKP. Mereka bebas memilih semua jurusan yang diminati,” terangnya.

Apresiasi tersebut diakui Asep sebagai bentuk kepedulian kepada anak muda. Asep merasa bertanggung jawab untuk turut membangun kemajuan anak muda, khususnya di bidang pendidikan.

“Kami berharap kejuaran pencak silat yang diselengkaran di lingkungan USB YPKP akan melahirkan anak muda-anak muda yang unggul,” pungkasnya.

(cr4/c)