Disparbud Jabar Hadir di Pameran Indocraft 2019

oleh -

RADARBANDUNG.id, JAKARTA – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat hadir di acara The Craftmanship of Indonesia Batik Fashion & Accessories “The 16 Indo Craft” 30 Oktober hingga 3 November 2019, di Assembly Hall, Jakarta Convention Center, Jl. Gatot Subroto, Jakarta.

Acara dibuka oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh. M.A.

Acara ini diikuti oleh 127 peserta yang diikuti perwakilan provinsi termasuk Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, DIY, Kebumen, Surakarta, Bali, Aceh, kabupaten/kota, BUMN, Angkasa Pura 2, Telkom, dll.

Pameran Indocraft 2019 ini merupakan pameran kerajinan yang rutin dilaksanakan. Untuk tahun 2019 ini untuk yang ke-16 kali nya, sejak tahun 2004 lalu, yang digelar oleh PT Debindomulti Adhiswasti.

Di acara pembukaan, dihadiri artis-artis ibukota, Ayu Azhari, Widyawati, Rima Melati, Ida Leman, Mien R. Uno dll.

Di pameran tersebut, stand Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat menyajikan produk-produk khas Jawa Barat seperti batik, tas bordir Tasik, tas kulit Bogor, busana muslimah Bandung, Kopi Bangkevin, bandrek & bajigur kemasan khas Jawa Barat.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik melalui Kepala Bidang Industri Pariwisata Azis Zulficar Aly Yusca S. STP M. Si menjelaskan partisipasi event Indocraft ini merupakan yang pertama kali diikuti oleh Jawa Barat.

Antusiasme dan animo masyarakat khususnya di Jakarta sangat menantikan kehadiran stand Jabar ini karena mereka sudah mengetahui kalau produk Jabar itu sangat berkualitas dan memiliki daya saing yang tinggi.

“Contoh kerajinan tas bordir dari Tasik yang merupakan perpaduan antara kulit dan bordir hand made merupakan produk unggulan dan sudah dipakai oleh kalangan ibu-ibu menengah ke atas, bahkan ibu pejabat Indonesia pun sudah memakainya dari kalangan ibu-ibu menteri dan sebagainya,” tandasnya.

Hal ini tentu saja sangat membanggakan Jawa Barat, karena produk ekraf itu sudah memiliki posisi pasar tersendiri. Dan tentu saja akan sulit disaingi oleh daerah lain.

“Bahkan kita juga berencana akan meng HKI kan beberapa produk ekraf Jabar. Ekraf Jabar melalui Disparbud Jabar akan aktif mengikuti beberapa event ekraf baik dalam maupun luar negeri,” pungkasnya.

(ymi)