Mengenal Efektivitas Obat Nebivolol Untuk Pasien Hipertensi

oleh -
Obat Nebivolol
ilustrasi pengecekan darah tinggi.

RADARBANDUNG.id– Penanganan hipertensi mengharuskan pasien menjalani pengobatan. Pasien hipertensi diminta rutin minum obat seumur hidup untuk menormalkan tekanan darahnya. Sebab hipertensi yang tak terkendali bisa menimbulkan kerusakan organ seperti serangan jantung dan gagal ginjal.

Salah satu golongan obat yang direkomendasikan selama ini adalah golongan obat nebivolol. Nebivolol digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi.

Obat ini tergolong dalam kelas yang disebut beta blockers. Obat ini bekerja dengan cara menghalangi aksi zat natural dalam tubuh seperti epinephrine pada jantung dan pembuluh darah. Efek ini dapat menurunkan detakan jantung, tekanan darah, dan kejang pada jantung.

Dalam penelitian BENEFIT, menunjukkan, nebivolol terbukti efektif pada pasien Asia dalam jumlah yang besar. Selain itu, dibandingkan dengan penghambat beta (beta-blocker) generasi sebelumnya, nebivolol memiliki profil efek samping yang lebih baik. Kedua sifat ini, yaitu tingkat efektivitas dan tolerabilitas, berperan penting agar pasien benar-benar mau mematuhi penanganan hipertensi yang dianjurkan.

Ahli lainnya, Professor and Chief of Cardiology, Division of Cardiology, Department of Internal Medicine, Hanyang University Seoul Hospital, Seoul, Korea, Dr. Jinho Shin, adalah penulis pertama penelitian BENEFIT ini. Penelitiannya juga menunjukkan efektivitas nebivolol dalam mengontrol tekanan darah terlepas dari usia, jenis kelamin, dan indeks masa tubuh awal pasien.

Efektivitas nebivolol terlihat pada pasien baru. Nebivolol juga efektif pada pasien rawat inap yang mengonsumsi nebivolol sebagai pengobatan tambahan ke dalam pengobatan antihipertensi yang sudah ada sebelumnya. Efek paling besar terlihat saat nebivolol diberikan sebagai pengobatan tunggal kepada pasien baru dan sebagai obat tambahan untuk pengobatan antihipertensi, yang meliputi penghambat renin-angiotensin system (RAS blocker), penghambat kanal kalsium (calcium channel blocker – CCB), serta kombinasi antara RAS blockers dan CCB.

“Beberapa penelitian telah memperlihatkan manfaat dari pengobatan kombinasi nebivolol dan RAS blockers, CCBs, dan diuretik dalam menurunkan tekanan darah,” tutup dr. Jinho Shin.

(jpc/radarbandung)