Waspada! Setelah Corona, Muncul Hantavirus di China yang Jauh Lebih Mematikan

oleh -
Ilustrasi : Seorang peneliti dari Stermirna Therapeutics Co., Ltd. memperlihatkan eksperimen pengembangan vaksin mRNA yang menyasar virus corona. Foto: Xinhua/Ding Ting

RADARBANDUNG.id- Virus corona atau COVID-19 tengah mewabah di berbagai penjuru dunia saat ini. Kini, muncul Hantavirus yang ternyata jauh lebih mematikan.

Hal ini mencuat dalam pemberitaan di Provinsi Yunan, China. Seorang warga disebutkan meninggal dalam sebuah bus saat dalam perjalanan menuju Provinsi Shandong dan dikonfirmasi terjangkit Hantavirus.

Setelah itu, 32 penumpang lainnya pun harus menjalani pemeriksaan medis. Sayangnya, tidak ada keterangan lebih lanjut terkait kejadian itu.

Untuk diketahui, hantavirus sendiri kali pertama muncul di Amerika Serikat pada 1993 silam.

Baca Juga: Update! 58 Meninggal, Pasien Positif Corona di Indonesia 790 Kasus

Dikutip dari laman Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), hantavirus merupakan keluarga virus yang disebarkan binatang, utamanya tikus.

Virus itu bisa menginfeksi manusia dan menyebabkan hantavirus pulmonary syndrome (HPS). Namun, penyakit ini tidak bisa ditularkan melalui udara sebagaimana COVID-19.

2 Warga KBB Positif Corona, Seorang Pendeta Meninggal dan Istrinya Dirawat di RSHS Bandung

“Melainkan lewat kontak cairan tubuh seperti urine, feses dan ludah tikus. Meski jarang, bisa juga menular lewat gigitan,” demikian keterangan laman tersebut, Rabu (25/3/2020).

CDC juga mengonfirmasi, hantavirus berkembang antara satu sampai delapan minggu usai terpapar tikus pembawa virus.

Gejala yang muncul yakni kelelahan, demam dan nyeri otot seperti paha, pinggul, punggung dan terkadang bahu. Selain itu, juga muncul pusing, kedinginan dan masalah perut. Seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut.