Begini Awal Mula Lahirnya Blankenheim

oleh -
Blankenheim,brand sepatu asal Bandung yang terkenal karena menggunakan nama jalan di Negara Belanda. (NUR FIDHIAH SHABRINA/RADAR BANDUNG)

Begini Awal Mula Lahirnya Blankenheim

KEPOPULERAN sepatu boots pria memang tidak lekang waktu. Salah satu fesyen item pria ini memang jadi favorit mereka dalam berpakaian.

Peminatnya yang cukup banyak, membawa Blankenheim, brand sepatu kulit pria konsisten memperkenalkan produknya sampai ke mancanegara.

Bisnis Blankenheim dimulai sejak tahun 2013, sepulang Benny Sofara (owner Blankenheim) mengambil studi magister di negara Belanda. Saat itu, Benny melihat banyak produk sepatu kulit buatan Indonesia yang dijual dengan harga selangit di Belanda.

“Ketika saya lagi sekolah di Belanda ambil magister, jalan-jalan ke alun-alunnya Belanda lah bisa dibilang, namanya Centrum. Di sana saya menemukan produk sepatu made in Indonesia tapi dijual dengan harga yang sangat mahal,” kata Benny ditemui di tokonya di Jalan Cimanuk, Rabu (15/7/2020).

Melihat potensi produk Indonesia yang mumpuni, Benny terinspirasi membuat brand sepatu kulit tapi dengan kualitas juara. Setelah menyelesaikan studinya, Benny mulai mengonsep bisnisnya dengan mencari perajin sepatu.

Nama ‘Blankenheim’ diambil dari nama jalan di negara Belanda, tempat Benny tinggal selama kuliah. Dia kemudian membawa nama tersebut sebagai brand sepatu miliknya yang diproduksi di Kota Bandung.

Blankenheim memproduksi sepatu kulit khusus pria dengan model sneakers dan boots. Benny menerangkan, mereka menggunakan jenis kulit pull up pada semua produk sepatunya. Dari sekian banyak model sepatu yang diproduksi, Blankenheim memiliki model dan jenis sepatu yang paling dicari, yaitu Abraham.

Model sepatu ini terinspirasi dari sepatu Brodo. Sehingga pemakainya bisa tampak gagah dengan sepatu model boots tersebut. Hanya saja yang membedakan, mereka kembangkan lagi penggunaan pull up leather dan desain yang dipakai.

Benny mengklaim, sepatu ini memiliki desain simpel dan membuat pemakai tidak akan lelah. “Sepatu ini memakai sol mikrotech sehingga pemakai tidak akan merasa capek ketika seharian pakai sepatu,” terang Benny.

Baca Juga: Kreuz, Sepeda “Brompton” Buatan Bandung

Dalam sebulan Blankenheim bisa memproduksi 100-200 buah sepatu. Meski tidak banyak model sepatu yang dibuat, tapi pembeli bisa request model sepatu yang diinginkan. Sejauh ini, mereka lebih sering bermain pada warna kulit untuk mendapatkan hasil yang bagus.

Benny menyebut, sepatu buatannya cocok untuk pria berusia 40 tahun ke atas. Pelanggannya juga beragam, mulai dari kalangan pengusaha sampai anak muda yang menginginkan tampilan lebih dewasa.

Baca Juga: Ragam Papan Skateboard Karya Lucky Widiantara

Untuk perawatan sepatu kulit, kata Benny, sepatu jangan sampai terkena air atau minyak. Dalam waktu dua minggu sekali agar dioleskan mink oil supaya kualitas kulit tetap bagus dan awet. “Kalau misalkan basah, sepatu jangan diangin-anginkan begitu saja tapi dililit menggunakan koran kering semalaman,” jelasnya.

Selain sepatu, Blankenheim juga memproduksi ragam aksesoris seperti gantungan kunci, gelang kulit nabati, tempat id card, dompet, dan jaket kulit. Perihal harga, sepatu Blankenheim dibanderol mulai Rp 625 ribu, sedangkan untuk custom, Blankenheim mematok harga mulai satu juta rupiah.

(fid)