RSHS Bandung Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19

oleh -
RSHS Bandung Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19
Sejumlah pengunjung layanan umum menjalani pemeriksaan di pintu masuk utama RSHS, Rabu (3/6). (IST)

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Tempat tidur bagi pasien Covid-19 di RSHS Bandung masih memadai untuk menampung pasien positif.

Direktur Perencanaan Organisasi dan Umum, Kamaruzzaman menyampaikan, kapasitas ruang rawat masih tersisa sekitar 54 persen saat ini.

“Masih 54 persen atau sekitar 61 tempat tidur yang masih tersedia. Artinya kami masih dapat menampung pasien-pasien rujukan,” katanya, Rabu (7/10).

Kamaruzzaman menyatakan, RSHS Bandung sudah melakukan persiapan, seiring penetapan lima Kab/Kota wilayah Jabar sebagai zona merah, yakni Kota Bandung, Kab. Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Kab. Bandung Barat.

“Saat ini kami sudah menyediakan 131 tempat, baik untuk ICU maupun rawat inap atau isolasinya,” katanya.

Hingga kini, ada sekitar 70 pasien terkait Covid-19 yang mendapat perawatan RSHS. Ia menyebut, 34 pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan sisanya masih menunggu hasil swab.

  • RSHS manfaatkan Gedung Kemuning

Kata Kamaruzzaman, RSHS Bandung memanfaatkan Gedung Kemuning untuk tempat rawat pasien positif Covid-19.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar untuk menyiapkan tempat isolasi bagi pasien dengan gejala ringan dan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Baca Juga: Pelayanan Bertahap dan Selektif, RSHS juga Programkan Antar Jemput Pasien Non Covid-19 dengan Bus

“Kami sudah memanfaatkan Gedung Kemuning untuk pasien Covid, selain ruang ICU tadi. Saat ini kami juga sudah bekerjasama dengan Satgas Covid Provinsi menyediakan tempat isolasi mandiri bagi pasien covid yang bergejala ringan atau yang OTG,” katanya.

Kami sudah melakukan koordinasi, apabila memang ada lonjakan pasien Covid yang datang ke RSHS,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Kamaruzzaman mengimbau masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan karena situasi pandemi masih belum stabil.

Baca Juga: RSHS Bandung Berlakukan PKBM, Pasien Tak Boleh Dijenguk, Penunggu Hanya Boleh 1 Orang

Ia mengingatkan agar tetap menerapkan 3M, mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

“Kita tahu bahwa saat ini pandemi belum berakhir, sudah berlangsung 7 bulan, kasus-kasus covid masih luar biasa meningkat. Karena itu, kami berharap masyarakat harus menjadi garda terdepan untuk melakukan pencegahan mata rantai transmisi penularan,” pungkasnya.

(muh)