Polisi Amankan Anak SD dalam Aksi Unjuk Rasa Cipta Kerja di Bandung

oleh -
Polisi Amankan Anak SD dalam Aksi Unjuk Rasa Cipta Kerja di Bandung
Kericuhan mewarnai aksi unjukrasa mahasiswa di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (8/10). FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Kepolisian mengamankan 429 massa aksi yang diduga terlibat dalam kericuhan unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja selama tiga hari terakhir di Bandung.

Mereka yang diamankan dalam unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja itu dengan latar belakang mahasiswa, pelajar menengah hingga ada beberapa yang berstatus siswa SD.

Hari pertama unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja di Bandung, Selasa (6/10/2020) depan Gedung DPRD dan Gedung Sate polisi mengamankan sembilan orang. Sehari kemudian 213 orang dan keesokan harinya 207 orang.

“Total tiga hari 429 orang. Mahasiswa ada, pelajar ada, SD ada dan yang tidak memiliki pekerjaan juga ada,” ungkap Kapolrestabes Bandung, Kombes Ulung Sampurna Jaya di Mapolrestabes Bandung, Kota Bandung, Jumat (9/10/2020).

Ulung tak merinci jumlah anak SD yang terjaring saat unjuk rasa berlangsung. Namun, mereka terpancing ikut massa karena media sosial.

Para pengunjukrasa yang berstatus pelajar sudah bisa dijemput orangtua. “Sudah kami lakukan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya,” katanya.

Baca Juga: Kericuhan Pecah di Gedung Sate!

Sebelumnya, mereka menjalani rapid tes di Mapolrestabes Bandung. Rombongan yang diamankan pada hari kedua 13 orang reaktif dan akan menjalani swab tes.

Sedangkan rombongan pada hari ketiga tidak ada yang reaktif.

Baca Juga: Pecah Kerumunan Massa di Sekitar Kampus Unisba-Unpas, Polisi Tembakan Gas Air Mata

Selain itu, dari total pengunjukrasa yang diamankan, polisi belum mengizinkan 10 orang untuk pulang.

Mereka masih harus menjalani pemeriksaan intensif. Beberapa ditetapkan menjadi tersangka.

“Sepuluh orang kita periksa intensif ya. Sidik 3 orang itu perkara melakukan kekerasan kepada petugas, kemudian proses lidik itu satu orang menyerang anggota polisi dengan medsos,” jelasnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Kirim Pesan Buruh ke Jokowi, Begini Isi Suratnya

“Tiga orang lainnya masih lidik karena membawa barang yang diindikasikan untuk menyerang petugas dan tiga orang melakukan pengeroyokan kepada petugas. Yang sudah menjadi tersangka tiga orang tadi ya yang secara bersama melakukan kekerasan kepada petugas,” pungkasnya.

(ysf)