Balai Wyata Guna Bandung Tutup Sementara Akibat Covid-19

oleh -
Update Kasus Corona KBB: 777 Orang Dinyatakan Suspek Covid-19
ILUSTRASI

RADARBANDUNG.id, BANDUNG Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, ditutup sementara waktu.

Semua aktifitas dihentikan setelah sejumlah pegawai dan penerima layanan terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala BRSPDSN Wyata Guna Bandung, Darsono membenarkan kabar tersebut. Namun, Darsono enggan menyebutkan berapa orang yang terpapar.

Darsono hanya mengatakan, jumlah yang positif sekitar sepertiga dari total pegawai beserta penerima layanan Wyata Guna.

“Kami ada sekitar sepertiganya terpapar. Terdiri dari pegawai dan beberapa penerima layanan,” katanya via Ponsel, Jumat (16/10).

Darsono mengungkapkan, adanya kasus positif setelah tes usap atau swab test pada Wyata Guna pada Senin (5/10) pekan lalu.

Swab test untuk mencari hasil yang lebih signifikan setelah sebelumnya rapid test secara bertahap pegawai dan penerima layanan.

“Secara reguler, kami melakukan dua kali rapid test, kami lakukan itu untuk semua (pegawai dan penerima layanan), hasilnya nonreaktif. Bagi pegawai-pegawai yang juga melaksanakan tugas luar, kami juga lakukan untuk rapid, hasilnya negatif,” ujarnya.

“Tapi kami ingin mendapatkan info yang lebih meyakinkan, terlebih banyaknya kasus OTG (Orang Tanpa Gejala). Maka, 5 Oktober, Senin, kami tes swab semua. Tanggal 6 Oktober siang kami dapat informasi, sebagian dari pegawai dan teman-teman (penerima layanan) ada yang terpapar,” imbuh Darsono.

  • Yang terkonfirmasi positif merupakan OTG

Menurut Darsono, seluruh yang terkonfirmasi positif merupakan OTG. Ia tak menerima laporan gejala apapun dari pegawai maupun penerima layanan Wyata Guna.

Terkait isolasi, semua pegawai melakukan isolasi mandiri pada rumah masing-masing, sementara sebagian penerima layanan menjalani isolasi pada balai tersebut. Penelusuran juga terhadap pihak keluarga.

“Kami juga bekerjasama dengan gugus tugas melakukan penelusuran kepada anggota keluarga masing-masing. Itu yang kita dapatkan ada empat keluarga yang terpapar,” ujar Darsono.

“Sebagian ada yang isolasi mandiri pada rumah masing-masing, sebagian kami isolasi balai Wyata Guna. Oleh karena itu, kami menutup akses orang keluar masuk. Orang mau bertamu, orang mau apapun, kami coba tutup. Kami ingin agar penyebaran covid ini bisa terkendali,” tegasnya.

Berdasarkan perkembangan terbaru, pihaknya telah melakukan swab tes kedua, Rabu (14/10), khususnya bagi mereka yang pada pekan sebelumnya positif. Hasilnya, sebagian besar kini negatif, meski sebagian lain masih menunjukan hasil positif.

Dengan demikian, penutupan Wyata Guna masih akan berlaku beberapa waktu ke depan, sejak 7 Oktober lalu.

Baca Juga: Inilah 6 Kelompok Masyarakat yang Diutamakan Terima Vaksin Covid-19)

Darsono menegaskan, pihaknya masih butuh memantau perkembangan. Kemungkinan besar balai Wyata Guna baru akan buka kembali ketika semua telah negatif.

“Setelah itu mudah-mudahan ini bisa selesai kami akan melakukan kegiatan seperti biasa lagi,” katanya.

Baca Juga: Segini Harga Vaksin Covid-19 di Indonesia, Kata Bio Farma

“(Pembukaan) itupun mungkin kami akan mulai berangsur, ya, mungkin akan ada pengaturan kembali beberapa pegawai untuk beraktifitas dan sebagainya, karena kan layanan harus tetap jalan,” imbuhnya.

Menyusul temuan kasus, ruangan dan area terbuka pada balai Wyata Guna pun telah ada penyemprotan sebagai langkah antisipasi penyebaran virus.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Mungkin Tersedia Desember, Ridwan Kamil: Akhir Pandemi Sudah Dekat

“Secara berkala, kemudian juga dari puskesmas setempat juga memantau perkembangan kondisi kesehatan mereka yang terpapar,” tuturnya.

“Tapi syukur, selama proses isolasi mandiri Wyata Guna tidak ada (keluhan) yang serius, artinya keshatan tetap terjaga, indikasi menurunnya tingkat kesehatan tidak terjadi,” pungkasnya.

(muh)