Program hijau lainnya yang dilakukan Gojek adalah fitur GoGreener yang mengajak konsumen ‘menanam pohon’ sambil jalan naik GoRide dan GoCar, sebagai bagian dari kontribusi individu untuk menyerap jejak karbon. Sejak fitur ini diluncurkan, Gojek bersama konsumennya telah berhasil mengumpulkan, menanam ataupun mengadopsi 5.000 lebih pohon di 13 lokasi berbeda melalui fitur GoGreener Serap Jejak Karbon (GoGreener Carbon Offset).
Pada April 2022, Gojek meluncurkan secara resmi fitur Pohon Kolektif GoGreener yang mendorong konsumen sambil jalan bisa tanam pohon, hanya dengan menambahkan biaya Rp1.000 – Rp2.000. Sebagai langkah awal peluncuran fitur ini, Gojek kembali menanam 1.000 bibit pohon di Demak Jawa Tengah, dan setiap 3 bulan, pohon yang berhasil dikumpulkan konsumen akan ditanam di lokasi tersebut serta lokasi-lokasi lainnya.
“Kurang dari satu bulan telah terdapat lebih dari 100.000 pengguna yang mengaktifkan fitur Pohon Kolektif GoGreener,” papar Andri.
Baca juga: Kapolda Jabar Ajak Generasi Muda Lawan Intoleransi dan Radikalisme
Tidak berhenti sampai di situ, Gojek juga menghadirkan fitur GoTransit yang memungkinkan terjadinya integrasi layanan transportasi Gojek dengan penyedia layanan transportasi publik. Dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, konsumen bisa turut mengurangi jejak karbon sambil tetap beraktivitas sehari-hari.
Fabby mengatakan, upaya Gojek ini khususnya dalam menghadirkan infrastruktur kendaraan listrik yang komprehensif dan ramah lingkungan diharapkan bisa diikuti oleh perusahaan transportasi lainnya. Berbagai inisiatif seperti yang dilakukan Gojek, khususnya penggunaan kendaraan listrik dapat menurunkan emisi karbon sebesar 28 persen pada kendaraan roda 4 dan 55 persen pada kendaraan roda dua.
Apalagi, Total Cost Ownership kendaraan listrik semasa hidup baterai, 20 persen lebih murah dibandingkan dengan kendaraan konvensional.
Baca juga: Melalui Baktiku Negeriku 2026, Telkomsel Perkuat Pemberdayaan Desa Berbasis Kolaborasi Karyawan
(nto)