Sementara Pembina Yayasan BPI, Fajar Susilo, mengatakan penggunaan teknologi dilakukan bertahap. “Kami bahkan memiliki observatorium untuk pengamatan bintang di kelas,” kata Fajar.
Selain pemanfaatan teknologi, BPI juga mengembangkan jejaring kerja sama dengan industri, khususnya yang menunjang program pendidikan bagi SMK, dengan penandatanganan kerja sama dengan Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) III Siliwangi, BINUS Center Bandung, Yamanishi University Jepang, Pengurus Besar (PB) e-Sport Indonesia, PT Paragon Technology and Innovation, dan Pudak Scientific.
Kerja sama dengan industri dilakukan untuk membantu anak didik siap memasuki dunia industri. Anggota Kelompok Pengawas Sekolah, Dedi Indrayana, mengungkapkan masih ada salah kaprah lulusan SMK.
Baca juga: Edukasi Jadi Andalan Pemkot Bandung Tekan Warga Buang Sampah ke Sungai
“Banyak anak SMK, yang karena nuansa belajarnya di SMA biasa, kemudian lebih tergoda untuk melanjutkan pendidikan kesarjanaan, walaupun seharusnya anak SMK itu fokus pada keterampilan atau vokasional,” kata Dedi.
Melalui kerja sama ini, BPI berharap lulusan SMK dapat menjadi input bagi industri karena tidak semua anak didik berkesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Untuk lebih memperkenalkan sekolah-sekolah BPI ke masyarakat, khususnya orang tua calon peserta didik, BPI mengadakan BPI Expo yang terdiri dari pameran, open house, dan talkshow yang dikemas dalam BPI Expo, mulai Selasa hingga Kamis, 28-30 Juni 2022. BPI Expo ini digelar di dua titik kampus BPI, yakni di Jalan Burangrang No. 8 dan Jalan Halimun, Kota Bandung.
Dalam BPI Expo, BPI menampilkan pemanfaatan teknologi digital di sekolah yang akan digunakan pada tahun ajaran 2022/2023, pengenalan proses pembelajaran di BPI, serta lingkungan dan budaya di sekolah.
“Para guru di sini sepakat untuk bersikap lembut dalam penegakan disiplin,” kata Kepala SMA BPI 1 Bandung, Kiki Aryani.