RADARBANDUNG.ID, SUBANG- Anggota DPRD Subang Hendra Purnawan memenuhi panggilan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Subang yang dituduh berselingkuh dengan LM, Wakil Ketua DPRD Subang, Jumat (18/8/2023).
Datang ke gedung DPRD Subang, pria yang akrab disapa Boeng tidak sendiri.
Dia datang memenuhi panggilan BK DPRD Subang didampingi istri dan kuasa hukumnya, Dede Sunarya. Pemeriksaan HP berlangsung di ruang BK DPRD.
Boeng juga membenarkan dirinya dipanggil BK dan menegaskan bahwa isu perselingkuhan itu tidak benar.
“Saya barusan sudah memenuhi panggilan BK untuk menjelaskan kronologi yang sebenarnya dan menyangkut tuduhan tuduhan terkait perselingkuhan, itu tidak benar. Saya yakin pendapat apapun bisa berbeda beda, tapi menurut pendapat saya bahwa itu tidak benar,” ucap dia kepada awak media di gedung DPRD Subang, Jumat (18/8/2023).
Sementara itu, kuasa hukum terlapor HP, Dede Sunarya, mengapresiasi langkah BK yang bergerak cepat memproses aduan CRN ini untuk menjaga marwah lembaga DPRD dan terlapor.
“Hari ini HP sudah diperiksa, pelapor juga sudah diperiksa untuk mengklarifikasi argumentasi versi pelapor terkait tuduhan perselingkuhan antara HP dengan LM. Sebelumnya LM saat jumpa pers menyatakan bahwa tuduhan itu tidak benar, dan versi HP juga sama bahwa tuduhan itu tidak benar,” jelasnya.
Dede juga mengungkapkan, ada tiga pertanyaan dasar yang harus dijawab untuk publik karena sudah viral di media sosial dan merusak nama baik lembaga DPRD. Dede pun meminta pihak pelapor untuk membuktikan tuduhan perselingkuhan itu.
“Pertama, apakah CN dengan LM ini suami istri secara siri? Kedua, apakah pernikahan sirinya sudah berakhir atau belum? Karena menurut LM pernikahan itu sudah selesai pada 22 Agustus 2022. Ketiga, apakah benar ada perselingkuhan antara LM dan CN? Yang ini harus dibuktikan. Karena CN sebagai pelapor, maka CN lah yang harus membuktikan segala tuduhan ini.
Kalau tidak bisa membuktikan, maka itu adalah hoak, fitnah dan pencemaran nama baik dan merusak nama baik kelembagaan DPRD,” jelasnya.
Dede juga memastikan kliennya akan menempuh jalur hukum jika tuduhan perselingkuhan itu tidak terbukti.
“Klien akan mengambil langkah langkah hukum, karena berdasarkan bukti yang ada yang kami dapat dari BK bahwa bukti bukti yang dibawa pelapor itu tidak ada bukti yang akurat terkait tuduhan tadi. Tuduhan hamil misalnya, sudah dibantah oleh LM dengan bukti USG. Kemudian tuduhan perselingkuhan ini seperti apa, juga tidak ada satu alat bukti pun yang menguatkan tuduhan CN,” terangnya.
Sebelumnya, Badan Kehormatan (BK) DPRD Subang memanggil CRN, pelapor isu perselingkuhan oknum dewan, Senin (14/8/2023). (anr)