RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Ambisi besar National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bandung untuk merebut gelar juara umum pada ajang Pekan Paralimpik Daerah VII 2026 (Peparda VII) 2026 mendapat suntikan dukungan penuh dari Komisi IV DPRD Kota Bandung. Dukungan itu menjadi sinyal kuat bahwa target tersebut bukan sekadar wacana, melainkan misi serius yang tengah dipersiapkan secara matang.
Komitmen tersebut mengemuka dalam rapat kerja antara Komisi IV DPRD Kota Bandung dengan jajaran NPCI Kota Bandung. Dalam forum itu, berbagai aspek krusial dibahas, mulai dari kesiapan atlet, infrastruktur pertandingan, hingga peran Kota Bandung sebagai tuan rumah ajang olahraga disabilitas tingkat provinsi.
Anggota DPRD Kota Bandung dari Fraksi PKB, Muhamad Syahlevi Erwin Apandi, menilai optimisme NPCI Kota Bandung cukup beralasan.
Baca juga: DKPP Kota Bandung Terjunkan Tim Pemeriksa Hewan Kurban Agar Daging Kurban Aman Dikonsumsi
Menurutnya, target juara umum bisa dicapai selama seluruh elemen pendukung bergerak secara sinergis dan konsisten.
“Semangat yang ditunjukkan NPCI Kota Bandung patut diapresiasi. Target juara umum itu realistis, selama dibarengi dengan persiapan yang matang, baik dari sisi pembinaan atlet, kesiapan venue, maupun dukungan anggaran,” ujar Syahlevi, Kamis (16/4/2026).
Ia menegaskan Komisi IV DPRD Kota Bandung pada prinsipnya akan berdiri di garis depan dalam memberikan dukungan terhadap NPCI. Tidak hanya dalam bentuk kebijakan, tetapi juga dalam mendorong penguatan anggaran dan fasilitasi kebutuhan atlet serta ofisial.
Baca juga: Pemkot Bandung Buka Ruang Dialog Terkait Penataan Terminal Cicaheum dan Program BRT
Dalam rapat tersebut, NPCI Kota Bandung memaparkan perkembangan signifikan yang telah dicapai. Program pembinaan atlet terus berjalan, termasuk peningkatan kualitas latihan, pemantauan performa, serta penjaringan atlet potensial dari berbagai cabang olahraga disabilitas.
Selain itu, kesiapan venue juga menjadi perhatian serius. Sejumlah fasilitas olahraga di Kota Bandung disebut tengah dipersiapkan agar memenuhi standar pelaksanaan Peparda. Hal ini penting untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan para atlet yang akan bertanding.
Tidak hanya fokus pada aspek teknis, NPCI juga menyoroti kebutuhan pendukung lainnya, seperti akomodasi, transportasi, hingga layanan kesehatan bagi para atlet dan kontingen. Semua itu dinilai menjadi faktor penting dalam menunjang kesuksesan penyelenggaraan.
Syahlevi menambahkan DPRD akan terus mendorong sinergi antara NPCI dengan Pemerintah Kota Bandung agar seluruh kebutuhan tersebut dapat terpenuhi secara optimal.
Menurutnya, keberhasilan Peparda VII tidak hanya dilihat dari capaian medali, tetapi juga dari kualitas penyelenggaraan secara keseluruhan.
“Ini bukan semata soal prestasi. Kota Bandung juga harus mampu menunjukkan diri sebagai tuan rumah yang baik, ramah, dan inklusif bagi seluruh atlet disabilitas dari berbagai daerah,” tegasnya.
Baca juga: Gangguan Kamtibmas Saat Liburan Jadi Perhatian Pemkot Bandung
Lebih jauh, ia menilai momentum Peparda VII 2026 harus dimanfaatkan sebagai ajang untuk memperkuat citra Kota Bandung sebagai kota yang peduli terhadap inklusivitas dan kesetaraan. Dengan penyelenggaraan yang baik, dampaknya tidak hanya dirasakan dalam bidang olahraga, tetapi juga sosial dan ekonomi.
Dukungan dari legislatif ini diharapkan mampu menambah kepercayaan diri para atlet NPCI Kota Bandung. Dengan persiapan yang semakin matang, peluang untuk merebut gelar juara umum pun terbuka lebar.
Jika target tersebut berhasil diraih, Kota Bandung tidak hanya sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga mampu menegaskan dominasinya di ajang olahraga disabilitas tingkat Jawa Barat.