RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Sheva sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menjadi sorotan warga Kota Bandung saat diserahkan usai Salat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Al-Ukhuwah, Rabu (27/5/2026). Sapi berbobot 1,25 ton itu menarik perhatian karena ukuran tubuhnya yang besar dan menjadi satu-satunya hewan yang lolos seleksi ketat sebagai kurban Presiden RI untuk Kota Bandung.
Sapi berusia tiga tahun berasal dari Jawa Tengah dan dibesarkan di kawasan Ujungberung, Kota Bandung. Sebelum ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden RI, Sheva harus melewati serangkaian pemeriksaan kesehatan dan tahapan seleksi bersama sejumlah sapi lainnya yang diajukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan Kota Bandung sebelumnya mengajukan enam ekor sapi terbaik untuk mengikuti proses seleksi hewan kurban Presiden RI. Dari seluruh kandidat itu, hanya Sheva yang akhirnya dipilih.
Baca juga: SP3 Kasus Korupsi Erwin dan Rendiana, Kejari Bandung Cabut Status Tersangka
“Ini menjadi satu yang terpilih dari enam ekor yang kita tawarkan,” ujar Farhan, Rabu (27/5/2026).
Farhan mengatakan Presiden RI menugaskan pemerintah daerah untuk mencari sapi-sapi terbaik yang memenuhi syarat kesehatan, kualitas, dan bobot sebelum diajukan sebagai calon hewan kurban. Setelah melalui pemeriksaan menyeluruh, Sheva dinyatakan sehat dan layak potong.
“Pak Prabowo menugaskan kepada pemerintah daerah untuk mencari sapi-sapi yang akan dicalonkan. Nah, ini kita mengajukan enam calon, yang terpilih yang ini,” katanya.
Nama Sheva sendiri bukan berasal dari permintaan khusus Presiden RI. Penamaan sapi diberikan oleh pihak peternak bersama tim di lapangan sebelum proses seleksi dilakukan. Meski demikian, nama itu kini ikut dikenal masyarakat karena sapi Sheva menjadi hewan kurban Presiden RI untuk Kota Bandung.
Usai diserahkan secara simbolis di Masjid Al-Ukhuwah, Sheva langsung dibawa menuju Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Ciroyom untuk proses penyembelihan.
“Daging kurban kemudian dibagikan kepada para mustahik di berbagai wilayah Kota Bandung pada hari yang sama,” ujar Farhan.(dsn)