RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam menjamin keamanan pangan masyarakat kembali ditunjukkan saat pelaksanaan Iduladha 2026. Melalui Tim Post Mortem Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), sebanyak 3.030 hewan kurban diperiksa guna memastikan daging dan jeroan yang dibagikan kepada warga memenuhi standar Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Pemeriksaan dilakukan di 353 lokasi penyembelihan hewan kurban yang tersebar di 30 kecamatan se-Kota Bandung. Dari jumlah hewan yang diperiksa hingga hari tasyrik terakhir, Sabtu (30/5), tercatat 1.422 ekor sapi, 1.554 ekor domba, dan 54 ekor kambing telah melalui pemeriksaan post mortem oleh petugas.

Kepala DKPP Kota Bandung Gin Gin Ginanjar mengatakan, pemeriksaan post mortem merupakan langkah penting untuk memastikan daging kurban yang diterima masyarakat aman dikonsumsi.
Pemeriksaan dilakukan terhadap berbagai organ seperti hati, paru-paru, jantung, limpa, ginjal, hingga daging setelah proses penyembelihan selesai.
“Pemeriksaan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan jaminan keamanan pangan kepada masyarakat. Kami ingin memastikan seluruh penerima manfaat kurban mendapatkan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal,” ujarnya.
Baca juga: SP3 Kasus Korupsi Erwin dan Rendiana, Kejari Bandung Cabut Status Tersangka
Dalam pelaksanaannya, petugas menemukan sejumlah kasus ringan seperti cacing hati, radang, dan memar pada paru-paru. Organ yang mengalami kelainan tersebut langsung diafkir agar tidak sampai dikonsumsi masyarakat.
Menurut Gin Gin, meskipun temuan tersebut tidak tergolong kasus berbahaya, langkah pencegahan tetap harus dilakukan sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan masyarakat.
“Apabila ditemukan kelainan, organ tersebut harus dibuang karena tidak layak dikonsumsi. Ini menjadi bagian dari komitmen kami menjaga kualitas pangan asal hewan yang beredar di masyarakat,” katanya.
Selain menjamin keamanan pangan, kegiatan post mortem juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan panitia kurban mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan hewan setelah penyembelihan.
“Banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa pengawasan kesehatan hewan tidak berhenti sebelum penyembelihan. Pemeriksaan setelah penyembelihan juga sangat penting untuk memastikan organ-organ yang dikonsumsi benar-benar layak,” jelasnya.
Tahun ini, jumlah lokasi pemeriksaan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 pemeriksaan dilakukan di 337 lokasi, tahun ini meningkat menjadi 353 lokasi atau naik 4,75 persen.
Baca juga: Erwin Bersyukur Usai SP3, Siap Bahas Tugas dengan Wali Kota Bandung
Peningkatan cakupan pemeriksaan tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. DKPP melibatkan peserta pelatihan pemotongan halal hewan kurban yang turut melakukan pemeriksaan di 86 lokasi dan melaporkan hasilnya kepada dinas.
Sementara itu, Tim Post Mortem yang diterjunkan berjumlah 200 orang. Mereka terdiri dari petugas DKPP Kota Bandung, mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan Universitas Padjadjaran (Unpad), serta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Barat I.
Kolaborasi tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kota Bandung dalam mengawal pelaksanaan kurban agar tidak hanya berjalan sesuai syariat, tetapi juga memenuhi aspek kesehatan masyarakat.
Baca juga: Hindari Blackout Internet, Penataan Kabel Udara Bandung Fokus Jaga Layanan Publik Tetap Stabil
Melalui pengawasan yang dilakukan sejak Hari Raya Iduladha hingga berakhirnya hari tasyrik, Pemkot Bandung berharap masyarakat dapat mengonsumsi daging kurban dengan aman dan nyaman, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya penerapan standar kesehatan hewan dalam setiap pelaksanaan kurban. (adv)