RADARBANDUNG.ID, KOTA BANDUNG – Meningkatnya aktivitas masyarakat selama libur panjang memicu sejumlah gangguan keamanan di Kota Bandung. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyoroti beberapa kasus tawuran, tindak kekerasan, hingga praktik pemalakan yang terjadi di sejumlah titik, terutama kawasan perbatasan kota.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan kondisi keamanan secara umum masih terkendali. Namun demikian, berbagai kejadian menjadi perhatian serius pemkot karena dinilai dapat mengganggu kenyamanan warga dan wisatawan.
Farhan mengatakan lonjakan mobilitas masyarakat selama musim liburan memang berpotensi meningkatkan gangguan ketertiban umum. Karena itu, Pemkot Bandung terus berkoordinasi dengan kepolisian dan unsur keamanan lainnya untuk menjaga situasi tetap kondusif.
“Ada beberapa kejadian yang memang harus menjadi perhatian kita bersama. Mulai dari tawuran, tindakan kekerasan, hingga pemalakan yang terjadi di sejumlah titik,” ujar Farhan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, keamanan menjadi faktor penting dalam menjaga citra Kota Bandung sebagai kota tujuan wisata dan pusat aktivitas ekonomi di Jawa Barat.
Ia tidak ingin gangguan keamanan selama libur panjang menimbulkan rasa tidak nyaman di tengah masyarakat.
Farhan juga mengapresiasi langkah cepat aparat kepolisian dalam menangani sejumlah kasus yang terjadi, sebagian besar pelaku yang terlibat telah diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Selain penegakan hukum, Farhan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. Warga diminta tidak ragu melaporkan berbagai bentuk tindak kriminal maupun aktivitas mencurigakan kepada aparat terkait.
Farhan menambahkan pengawasan yang diperketat dan kolaborasi seluruh pihak, stabilitas keamanan kota tetap terjaga sehingga masyarakat dan wisatawan dapat beraktivitas dengan aman selama masa libur panjang.(dsn)