RADARBANDUNG.id, BANDUNG – Menyambut hari jadinya yang ke-42 yang diperingati setiap tanggal 6 Juni, Keluarga Besar Yayasan Suryakanti menggelar aksi sosial edukatif yang sarat akan nilai kemanusiaan. Organisasi nirlaba pionir tumbuh kembang anak ini menyelenggarakan kegiatan nonton bersama (nonton bareng) film berjudul Semua Akan Baik-Baik Saja pada Rabu (3/6).
Agenda nonton bareng yang baru pertama kali digelar dalam sejarah perayaan ulang tahun yayasan ini tidak sekadar berfungsi sebagai panggung hiburan, melainkan menjadi pemantik pesan harapan, motivasi, dan optimisme bagi ratusan anak berkebutuhan khusus beserta keluarga yang selama ini tumbuh bersama dalam ekosistem inklusi Suryakanti.
Baca juga: Anti Ribet! Aplikasi Y-ON Yamaha Bikin Perjalanan Jarak Jauh Jadi Makin Berkesan dan Seru
Kegiatan ini dihadiri secara masif oleh keluarga besar Suryakanti yang terdiri atas jajaran pengurus yayasan, jajaran staf medis Klinik Utama PUSPPA (Pusat Pengembangan Potensi Anak) Suryakanti, serta para staf pengajar.
Momentum ini juga dimanfaatkan sebagai ajang reuni akbar karena turut dihadiri oleh para siswa dan orang tua dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Suryakanti, alumni lintas generasi beserta keluarga mereka, komunitas anak-anak Down Syndrome, para terapis, hingga berbagai tamu undangan dan praktisi kemanusiaan.
Tercatat, satu ruangan teater berkapasitas 285 kursi terisi penuh (full house), di mana sekitar 100 di antaranya merupakan anak-anak berkebutuhan khusus yang hadir langsung didampingi oleh orang tua masing-masing.
Baca juga: Status Tersangka Erwin Gugur, Kejari Hentikan Penyidikan Dugaan Korupsi Pemkot Bandung
Direktur Klinik Utama PUSPPA Suryakanti, dr. Yulia Suherlina menyampaikan Yayasan Suryakanti secara konsisten terus berupaya mendampingi anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan melalui penyediaan layanan profesional, holistik, dan penuh kepedulian.
“Kebetulan dalam film tersebut mengangkat sebuah tema keluarga, yang mana dalam keluarga itu ada anak berkebutuhan khusus. Jadi memang tujuan kami memberikan dukungan kepada para orang tua yang memiliki anak spesial, karena selama 42 tahun Yayasan Suryakanti sudah mendampingi keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Mereka ini semoga bisa semangat, mempunyai motivasi dalam membina anak,” tutur dr. Yulia Suherlina.
Lebih lanjut, dr. Yulia menekankan bahwa pesan utama dari kegiatan ini adalah menyuntikkan energi psikologis bagi para orang tua. Memiliki anak dengan disabilitas atau gangguan perkembangan neurodevelopmental sering kali memicu kejenuhan fisik dan mental bagi pengasuhnya.
Melalui sinema ini, Suryakanti ingin menegaskan bahwa dunia tidak berhenti berputar ketika sebuah keluarga diamanahi anak-anak spesial, melainkan menjadi awal dari perjalanan penemuan potensi luar biasa yang tersembunyi di dalam diri sang anak.
“Ketika kita dititipkan oleh Allah anak yang berkebutuhan khusus, kita bisa mengembangkan potensinya seoptimal mungkin. Bayangkan, orang lain saja bisa apalagi orang tuanya. Selain alur ceritanya yang bagus, tapi banyak makna yang bisa diambil dari film ini,” tambah dr. Yulia.
Dukungan terhadap terobosan perayaan HUT ke-42 Yayasan Suryakanti ini juga datang dari pakar hipnoterapi, Dewi P. Faeni, yang turut hadir di lokasi acara. MEnurut dia, kehadiran tokoh fiksi seperti Halim dan Vanesa di dalam film dinilai mampu menjadi cermin pembanding yang valid bahwa kemandirian ABK bukanlah hal yang mustahil untuk digapai.
“Ini momentum yang sangat baik bagi kita semua. Para orang tua harus tetap bersemangat, termotivasi. Karena apa? Kalau Halim maupun Vanesa bisa, tentu mereka juga pasti bisa. Ini satu kesempatan yang luar biasa dan Dokter Yulia sebagai breakthrough ya,” ungkap Dewi P. Faeni memberikan analisis psikologisnya.
Respons jujur dan polos juga meluncur dari salah satu anak berkebutuhan khusus yang menjadi peserta nonton bareng, Yosef. Dengan wajah ceria usai lampu teater dinyalakan kembali, ia mengungkapkan perasaan bahagianya bisa berbagi ruang tontonan bersama teman-teman sebayanya. Yosef mengaku sangat senang karena dirinya memang sangat menyukai aktivitas menonton film.