Penuh Haru! 3 WNI yang Sembuh dari Corona Sampaikan Pesan Ini untuk Indonesia

oleh -

RADARBANDUNG.id- RATUSAN orang di Indonesia dinyatakan positif virus corona. Namun, masih ada dari mereka yang juga bisa sembuh dari virus mematikan itu.

Salah seorang pasien yang sembuh dari Covid -19 berpesan pada masyarakat Indonesia untuk tidak panik menghadapi wabah penyakit yang berstatus pandemi karena telah menyebar ke 146 negara.

“Masyarakat Indonesia yang sekarang panik untuk tidak panik, karena virus ini seperti yang sudah sering Pak Yuri (juru bicara penanganan COVID-19 Achmad Yurianto) sampaikan itu adalah self limiting disease, jadi sebenarnya kita punya kekuatan dalam diri kita untuk menyembuhkan asalkan kita disiplin minum air putih yang banyak, istirahat yang benar, asupan gizi dan sayuran dan vitamin yang benar,” ungkap satu pasien yang sembuh COVID-19 di Jakarta, Senin (16/3/2020).

Baca Juga: 117 Orang di Indonesia Positif Corona, Jokowi: Belajar, Bekerja dan Ibadah di Rumah

Ia juga mengatakan perlu melaksanakan kebersihan diri yang ketat agar terhindar dari infeksi virus corona tipe baru yang menyebar dari Wuhan, China itu.

“Rajin cuci tangan dan juga dengarkan saran dari pemerintah. Sekarang pemerintah meminta untuk melakukan social distancing atau pembatasan sosial sementara. Sebaiknya kita lakukan sebaik mungkin,” katanya.

Simak! Pernyataan Nadiem Makarim soal Libur Sekolah Gara-gara Corona

“Satu lagi kalau kasus saya yang positif tapi tidak ada tanda-tanda apapun itu berbahaya karena sebenarnya kita bisa kerja sehari-hari tanpa kita tahu kita menularkan ke orang-orang yang imunnya dan kesehatannya lebih lemah dari pada kita dan efeknya lebih parah,” ujar dia.

Pasien COVID-19 yang sembuh lainnya berharap pemerintah dapat memberikan penghargaan, apresiasi maupun insentif untuk mereka yang selama 24 jam ada di garda depan penanganan wabah SARS CoV-2 tersebut.

“Saya bersyukur diisolasi di RSPI karena baik dokter, suster, pekerja lab dan cleaning service sangat membantu kami 24 jam. Dan saya ingin sekali pemerintah memberikan penghargaan, apresiasi maupun insentif untuk mereka 24 jam di garda depan. Mereka kerja terus, mereka punya keluarga jadi mohon perhatian untuk mereka. Terima kasih,” ujar pasien yang sembuh dari COVID-19 yang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso.

Sementara satu pasien yang sembuh lainnya meminta masyarakat dapat memberikan dukungan moral terhadap pasien serta tidak menghakimi.

“Orang-orang di luar jangan menghakimi orang yang positif covid-19, karena pasien akan menjadi korban dua kali. Karena saya selama diisolasi selama seminggu mungkin ya, itu saya nangis terus,” katanya dengan suara sedikit bergetar.