9 Peserta Tunanetra Ikuti UTBK di Kampus UPI

oleh -
Peserta tunanetra dibantu dengan alat pendengar saat mengikuti UTBK di Kampus UPI, Selasa (7/7). FOTO: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG

9 Peserta Tunanetra Ikuti UTBK di Kampus UPI

RADARBANDUNG.id, BANDUNG- Sembilan peserta berkebutuhan khusus mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di UPI kampus Setiabudi, Kota Bandung, Selasa (7/7).

Peserta berkebutuhan khusus atau difabel yang turut serta dalam UTBK merupakan disabilitas sensorik atau tunanetra.

Koordinator Teknik Informatika dan Komunikasi (TIK) UTBK UPI Nurfitriansyah menyampaikan, pelaksanaan ujian bagi tunanetra menggunakan sistem Non Visual Dekstop Access (NVDA). Secara sederhana, sistem tersebut merupakan program pembaca layar.

“Fungsinya, membacakan soal dalam aplikasi. Jadi bicara sendiri, peserta akan mendengar soal melalui headset yang kami disediakan,” kata Nurfitriansyah kepada Radar Bandung, Selasa (7/7).

Nurfitriansyah menilai, dengan tambahan software NVDA, peserta tunanetra akan terbantu dalam mengisi soal ujian. Penggunaan program NVDA, kata Nurfitriansyah, telah digunakan dari tahun ke tahun. Sejauh ini tak ada kendala pada program tersebut.

Selain itu, kekhususan lain bagi peserta tunanetra adalah terkait jumlah soal, yakni lebih sedikit sekitar 30 sampai 50 persen daripada soal peserta umum. Sementara untuk durasi pengerjaan tak dibedakan.

Dalam kesempatan yang sama, Humas UPI, Yana Setiawan menyampaikan, sembilan peserta tunanetra tersebut merupakan total peserta difabel dari keseluruhan peserta UTBK di UPI yang berjumlah 15.249 peserta.

“9 orang dari total 15.429 peserta, semuanya wajib kami fasilitasi secara khusus,” terangnya.

“Sesuai data yang sudah mereka registasi dan divalidasi, maka mereka akan difasilitasi secara khusus, selain aplikasi khusus, ruanh mereka pun khusus, tidak kamu gabung dengan peserta umum,” katanya.

Yana menerangkan, sebelum memulai ujian, semua peserta termasuk peserta tunanetra, diarahkan ke Gedung Amphitheater. Dari gedung tersebut menuju ruang ujian, peserta diarahkan oleh satu anggota keluarga atau panitia pendamping.

Baca Juga: 164 Peserta UTBK-SBMPTN Rapid Test di UPI, Ada yang Reaktif

“Untuk tunanetra secara khusus mereka didampingi oleh tim panitia, sekitar enam orang. Ini bagian amanah dari Kemendikbud yang harus kami tunaikan, kami wajib melayani secara khusus. Sejauh ini, tidak ada kendala untuk seluruhnya,” pungkasnya.

Pelaksanaan UTBK sendiri diselenggarakan dalam dua sesi. Sesi pertama pukul 09.00 – 11.15, dan sesi kedua pukul 14.00 – 16.15. Sementara pelaksanaan tes dilalukan dalam dua tahap. Pertama, dari 5 hingga 14 Juli. Kedua, 20 hingga 29 Juli. Hasil akan dimumkan pada Agustus mendatang.

Untuk menunjang pelaksanaan UTBK di Kampus UPI dan kampus mitra perguruan tinggi Politenik Negeri Bandung dan Politeknik Pos Indonesia, telah disiapkan sebanyak 1.600, yang digunakan untuk UTBK sebanyak 790 komputer.

(muh)