Pengendara Mobil Korban Pelemparan Batu di Arcamanik Meninggal, Polisi Kumpulkan Bukti

oleh -
Pengendara Mobil Korban Pelemparan Batu di Arcamanik Meninggal, Polisi Kumpulkan Bukti
Kaca depan mobil tampak hancur usai mengalami pelemparan misterius di Arcamanik Kota Bandung/ Instagram

RADARBANDUNG.id , BANDUNG – Kasus pelemparan batu misterius yang menimpa sejumlah pengendara mobil masih diselidiki oleh pihak kepolisian. Aksi pelemparan itu membahayakan dan meresahkan warga.

Sebelumnya, media sosial diramaikan unggahan terkait tiga pengendara mobil yang mengalami pelemparan batu besar ke arah kaca mobil di kawasan Arcamanik. Batu besar hampir berukuran kepala orang dewasa itu dilempar orang tak dikenal.

Dari informasi yang dihimpun, kasus pelemparan batu itu terjadi di tiga lokasi dua kasus di Jalan Pacuan Kuda dan satu kasus di Jalan AH Nasution, Minggu (28/3) malam.

Salah satu korban yang mengalami pelemparan batu di Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik, tepatnya di daerah Sukamiskin sebelum pertigaan Jalan Pesantren, Yulin Prakasa (50) dikabarkan meninggal dunia, Jumat (2/4) malam dan telah dimakamkan di Tasikmalaya Sabtu (3/4).

Korban meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis operasi craniotomy.

Saat ditemukan, korban tak sadarkan diri, mobilnya dipenuhi bercak darah dan juga bekas muntah. Kondisi di dalam mobil berantakan. Tapi tak ada barang-barang yang hilang, seperti handphone, dompet hingga uang.

Kapolsek Arcamanik Kompol Deny Harmanto mengkonfirmasi hingga saat ini perkembangan kasus tersebut masih dalam tahap lidik. Pihaknya telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dan keterangan para saksi.

“Dari pertama kejadian sampai sekarang, kita sudah mengumpulkan semua bukti, keterangan para saksi, dan petunjuk yang bisa mengarah ke si pelaku,” katanya saat dihubungi Radar Bandung, Minggu (4/4).

Selain itu, pihak Polsek Arcamanik, telah berkoordinasi dengan pihak Polrestabes Bandung. Saat ini, patroli di daerah tersebut ditingkatkan. Deny menambahkan, sejumlah petunjuk telah berhasil didapatkan, namun masih belum ada petunjuk kuat yang mengarah kepada pelaku.

Sampai saat ini, kronologis secara lengkap maupun motif dari pelemparan tersebut belum dapat diketahui. Deny berharap, kasus ini akan segera terungkap lalu akan diinformasikan kepada publik.

“Doakan saja semoga cepat terungkap, karena kita sudah ada petunjuk sedikit yang mengarah ke pelaku, hanya saja memang belum ada petunjuk yang sangat kuat yang menunjuk si pelaku ada di lokasi,” katanya.

“Kami juga sudah koordinasi dengan Sat Reskrim Polrestabes. Mudah-mudahan saja dalam waktu dekat bisa terungkap,” pungkasnya.

(muh/ysf/int)